Translate

Mengenal Persiapan Stasiun Tv

  Untuk mengetahui bagai mana terjadinya sebuah gambar di layar kaca kita memerukan beberapa proses salah satunya di Tv yang ada di rumah kita lur. contoh saja Tahfidz tv Rcti dan sebagenya... Di sini nyong pengen berbagi sedikit pengalaman apa aja yang di perlukan di sebuah stasion tv seperti contoh di Tahfidz Tv kenapa tahfidz tv.. ya karna nyong sementara ini bekerja di sana. Hehehe....
dan yang pertama MCR ..Munkin sudah pada tau apa itu yang namanya master control room, tapi bagi yang belum tau nyong tak kasih sedikit penjelasan apa itu yang di namakan Master control room atau sering di singkat MCR
jadi begini sebelum acara sebuah stasiun tv menyiarkan acara di layar kaca kita atau di tivi kita sebuah acara itu harus melewati proses dari MCR ke Pemancar Terserah mau yang satelit konvensional ataupun sekedar streaming
 Untuk membangun sebuah stasiun televisi, walaupun kecil dan sederhana harus memperhatikan beberapa aspek, yaitu : teknis, program, produksi dan SDM.
Keempat aspek ini merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. kali ini hanya membahas tentang aspek teknis dulu, karena aspek teknis merupakan faktor terpenting dalam pembangunan sebuah stasiun televisi.Perangkat Transmisi Pemancar televisi, merupakan alat untuk mengubah sinyal video-audio menjadi sinyal RF, terdiri dari modulator dengan driver dan power amplifier. Beroperasi pada band VHF/UHF/FLV (untuk streaming) dengan kisaran daya, untuk TV komunitas max. 40 Watt, TV lokal swasta max. 5KW dan streaming bisa lebih dikit..
umumnya berjenis heliax-coaxial dengan impedansi 50 ohm, diameter dan panjangnya tergantung dari besar daya dan channel operasi-tinggi tower.
pembuatan studio

Perangkat produksi
Studio, minimal dibutuhkan sebuah studio serbaguna berukuran 6x6m yang dapat dimanfaatkan, baik untuk talk show maupun siaran berita. Pencahayaan min. 800 lux, yang didapat dari lampu halogen, Hi-power LED, atau jajaran lampu neon. Tata lampu harus sedemikian rupa sehingga tidak timbul gost (bayangan) Kamera, untuk stasiun televisi kecil dapat menggunakan handycam digital MiniDV berjenis 3CCD (Charge Couple Device). Kamera jenis ini, walaupun hanya berstandar home appliance quality, tapi resolusinya cukup bagus apalagi jika lensanya berkualitas. Untuk studio paling tidak dibutuhkan 2 kamera. Mikrofon, ada berbagai jenis microfon yang dapat digunakan, yaitu : Mikrofon kabel, nirkabel dan jepit (clif on). Selain itu, dapat juga dibedakan dari cara kerja sensornya : condenser (sangat peka, menggunakan batere) dan dinamik (relatif kurang peka, tanpa batere). Kebutuhan mikrofon di studio minimal 3 buah, penambahan objek/narasumber akan menambah jumlah mikrofon. Audio Mixer, digunakan untuk mencampurkan dan/memilih sinyal audio dari banyak i/p. Untuk stasium TV kecil min. dibutuhkan mixer 8 kanal
Clear Com, alat untuk komunikasi antara produser, kameramen, operator switcher dan Master Control
Speaker, untuk komunikasi narasumber dengan pemirsa (siaran live) Properti, kebutuhan pendukung produksi, antara lain: stage/level (panggung), backdroop, accesoris, dll Monitor video, paling tidak dibutuhkan sebuah monitor 21" untuk presenter dan juru kamera Komputer editing, dilengkapi dengan aplikasi video editing, kartu grafis dan video capture card yang memadai untuk proses pasca produksi. VTR (Video Tape Recorder), berfungsi untuk merekam dan melihat rekaman pada proses produksi, dapat juga digunakan untuk meng-capture (istilah yang digunakan untuk merubah rekaman dari kaset pita ke data digital). Format yang digunakan, antara lain : VHS, S-VHS,MiniDV.bisa juga langsung ke digital lansung seperti memakai card
penggunaan clip on tak terlihat (diselipin di baju)

Master Control Room (MCR), ruang tempat pengendali siaran, berukuran 3x4m. Bisa digabung dengan ruang editing jika terbatasnya ruangan.
Komputer server, berfungsi untuk memutar rekaman, menampilkan logo, templete, running text maupun super impose (InsyaAllah untuk lebih detailnya akan nyong lebih lanjut). Digital Video Mixer/Switcher, digunakan untuk mencampur 2 buah sinyal video atau memilih salah satu sinyal video untuk di kirim ke pemancar. Untuk stasiun TV kecil, cukup dibutuhkan sebuah switcher saja. i/p video min.2, tapi jika ada 4 i/p akan lebih bagus. DVD recorder, digunakan untuk merekam program yang disiarkan, karena KPI mensyaratkan bahwa semua program yang disiarkan harus direkam dan disimpan paling tidak selama 1 tahun. Sedangkan 1 keping DVD, dapat merekam hingga 1 jam (kualitas XP), 2 jam (kualitas SP), 4 jam (kualitas LP), 8 jam (kualitas ELP). Monitor, digunakan untuk memantau keluaran sinyal video dari setiap perangkat yang digunakan (kamera, VTR, dan lain sebagainya) serta memonitor sinyal televisi yang diterima dari pemancar. Selain perangkat keras, aspek teknis juga menyangkut masalah pengadaan, instalasi, pengelolaan dan penanganan peralatan yang digunakan. Pembangunan aspek teknis secara menyeluruh akan memakan waktu sekitar 1 bulan setelah pengadaan barang.munkin cukup segitu aja yah kalo mau tau istilah dalam dunia pertilevisian atau broadcasting bisa kunjungi postingane nyong terdahulu di sini



7 komentar:

  1. Wah keren..

    Btw mas dpt drmn buku maaf yg tak tersampaikan? Kok sdh punya ya pdhl blm terbit. Hehe...

    BalasHapus
  2. wah, menambah wawasan tentang dunia broadcasting nih~ :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya makasih... tapi maklum aja ya tulisanya acakadul kaya wonge... hehehe..

      Hapus
  3. Habis baca ini baru percaya ada studio buatan hihi
    Jadi bener klo begitu ada sinetron yg settingnya dibuat seolah2 beneran :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget mbak e yang namanya di sinetron ataupun tipi itu kbanyakan gak sesuai ama kenyataanya karna pasti udah nglewati editing gambar dulu... salam ya mbak e... maksih udah berkunjung..

      Hapus
  4. wah ternyata sampai segituny buatnya..keren....n baru tau deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. betulnya ada yang lebih simple kalo mau buat sendiri..

      Hapus

Teman